Showing posts with label Penyakit Tidak Menular. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Tidak Menular. Show all posts

SERBA SERBI KANKER SERVIKS (LEHER RAHIM)

Kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel abnormal atau ganas pada leher rahim (serviks). Disebabkan oleh infeksi Virus HPV (Human Papiloma Virus). Terjadi pada perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.

Gejala Kanker Leher Rahim yaitu :

  1. Mentruasi tidak normal
  2. Pendarahan tidak pada masa menstruasi/haid
  3. Pendarahan pada masa menopouse
  4. Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan terkadang bercampur darah seperti nanah
  5. Perdarahan pasca hubungan seksual
Sumber : kankerservik.com

Faktor Risiko Terjadinya Kanker Leher Rahim
  1. Melakukan hubungan seksual di usia dini < 20 th
  2. Berganti-ganti pasangan seks
  3. Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan
  4. Merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif)
  5. Perilaku seks tidak sehat


Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah kanker leher rahim ?
  1. Pemeriksaan IVA minimal sekali dalam 5 tahun
  2. Pemeriksaan PAP Smear tiap tahun
  3. Pemeriksaan HPV
IVA (Inpeksi Visual Asam Asetat) adalah Pemeriksaan leher rahim secara visual menggunakan asam cuka, yaitu melihat leher rahim dengan mata telanjang untuk mendeteksi abnormalitas setelah di oles asam cuka.

Sumber : kankerleherrahim.com

Apa itu Krioterapi ?
Krioterapi adalah pengobatan lesi prakanker (IVA +) dengan cara membekukan untuk menghancurkan sel yang abnormal. Sangat mudah dan cepat serta dapat dilakukan di Puskesmas.

Test IVA dapat dilakukan pada tempat-tempat sebagai berikut :
  1. Bidan Desa
  2. Puskesmas Pembantu
  3. Puskesmas
  4. Rumah Sakit
  5. Rumah Bersalin



Sumber Referensi :

Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan RI 2015


KRITERIA ISTITHAAH KESEHATAN JAMAAH HAJI

Merujuk pada Fiqih Islam, bahwa salah satu komponen "Syarat Wajib" dalam menunaikan ibadah haji adalah "Istithaah". Oleh sebab itu orang yang hendak melakukan ibadah haji harus dalam kondisi Istithaah. Hal ini diperlukan agar orang tersebut dapat lancar tanpa halangan berarti ketika melaksanakan ibadah haji. Acuan untuk menentukan kriteria Istithaah yaitu melalui pemeriksaan kesehatan. Calon Jamaah Haji sebelum berangkat ke tanah suci wajib melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak 2 kali.

Sumber : kilasjambi.com

Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ke 2 maka calon jamaah haji bisa ditetapkan kriteria Istithaah Kesehatannya. Kriteria Istithaah Kesehatan Haji menurut Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 yaitu :

A. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

Jamaah haji memenuhi syarat istithaah kesehatan adalah jamaah haji yang mampu mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan orang lain, obat-obatan, alat. Jamaah haji tersebut harus memiliki tingkat kebugaran minimal CUKUP.

B. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji Dengan Pendampingan.

Jamaah haji yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji dengan pendampingan adalah jamaah haji berusia 60 tahun atau lebih dan/atau menderita penyakit tertentu yang tidak masuk dalam kriteria tidak memenuhi syarat istittaah sementara dan/atau kriteria penyakit yang tidak memenuhi syarat istithaah. Pendamping yang dimaksud bisa berupa orang, obat, atau alat kesehatan.

Jamaah haji yang ditetapkan sebagai jamaah haji memenuhi syarat dengan pendampingan harus diperhitungkan dengan cermat. Pendampingan yang dinmaksud adalah satu kesatuan dengan diagnosis yang menjadi dasar penetapan Istithaah kesehatan.


Sumber : antaranews.com

C. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji Untuk Sementara.

Jamaah haji yang ditetapkan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji untuk sementara adalah jamaah haji yang kondisinya :

  1. Tidak memiliki sertifikat vaksinasi internasional yang sah. Jamaah haji yang belum mendapatkan imunisasi/vaksinasi meningitis meningokokus.
  2. Menderita penyakit tertentu yang masih punya peluang sembuh, antara lain tuberculosis BTA Positif, Tuberculosis Multi Drug Resisten, Diabetes Melitus Tidak Terkontrol, Hipertiroid, HIV-AIDS dengan diare kronik, stroke akut, perdarahan saluran cerna, dan anemia gravis.
  3. Suspek dan/atau confirm penyakit menular yang berpotensi wabah.
  4. Psikosa akut (gangguan mental/depresi)
  5. Fraktur (patah) tungkai yang membutuhkan immobilisasi.
  6. Fraktur tulang belakang tanpa komplikasi neurologis
  7. Hamil yang diprediksi usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu (saat keberangkatan).
Jamaah yang memiliki kondisi atau penyakit yang tergolong kriteria tidak memenuhi syarat istithaah sementara seperti diatas, harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal agar jamaah haji tersebut dapat segera memenuhi syarat istithaah.

Sumber : kompasiana.com

D. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji.

Jamaah haji yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan adalah calon jamaah haji dengan kondisi:
  1. Kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa, antara lain penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) derajat IV, gagal jantung stadium IV, gagal ginjal kronik stadium IV dengan peritoneal dialysis/hemodialis regular, AIDS Stadium IV dengan infeksi opportunistik, stroke hemoragic luas.
  2. Gangguan jiwa berat antara lain skizofrenia berat, dimensia berat, dan retardasi mental berat
  3. Jemaah haji dengan penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya, antara lain keganasan stadium akhir, totally drug resistance tuberculosis, sirosis dan hepatoma dekompensata.
Jemaah dengan kriteria tidak memenuhi syarat istithaah harus difasilitasi untuk mendapatkan pelayanan maksimal dan informasi tentang kriteria istithaah harus dipahami oleh pemeriksa kesehatan di semua tingkat pelayanan kesehatan serta keluarga jemaah haji. Penyampaian kriteria tidak memenuhi syarat istithaah kepada jamaah disampaikan oleh tim penyelenggara kesehatan haji kab/kota dalam suasana kekeluargaan dan agamis agar jamaah dan keluarganya dapat memahami hal tersebut.
Sumber : news.okezone.com


Anda adalah Calon Jamaah Haji ? Anda termasuk kriteria Istithaah yang mana ?




Sumber Referensi :
Permenkes Nomor 15 Tahun 2016

GEJALA DAN PENYEBAB KANKER

Kanker adalah Penyakit Tidak Menular (PTM). Ditandai dengan munculnya sel atau jaringan abnormal yang sifatnya ganas, tidak bisa dikendalikan, tumbuh cepat dan dapat menyebar ke area-area organ tubuh lainnya.

Sumber : Hellosehat.com

Sel kanker sifatnya ganas, mampu menyerang dan merusak sel-sel lain yang masih normal disekelilingnya sehingga menyebabkan rusaknya fungsi jaringan. Penyebaran kanker bisa melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk organ lalu tumbuh atau menggandakan diri sehingga membentuk tumor.

Kanker mampu menyerang siapa saja baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, baik perempuan atau pria. Beberapa jenis kanker yang kerap menyerang pria antara lain : kanker prostat, kanker paru, kanker kolorektal, kanker hati, kanker nasofaring, Kanker yang kerap menyerang wanita antara lain : kanker payudara, kanker serviks (leher rahim), kanker ovarium. Kanker yang sering menyerang anak-anak yaitu retinoblastoma (kanker bola mata), kanker tulang, leukimia (kanker darah).


Stadium awal biasanya kanker tumbuh setempat dan tidak menimbulkan keluhan ataupun gejala. Hal ini lah yang sering menyebabkan orang terlena sehingga tidak menyadari. Tanda atau gejala yang perlu diperhatikan dan patut dicurigai merupakan gejala kanker dan perlu dikonsultasikan ke dokter antara lain yaitu :
  1. Waktu buang air besar atau buang air kecil ada perubahan kebiasaan atau ada gangguan yang tidak seperti biasanya
  2. Alat pencernaan terganggu dan suit menelan
  3. Suara serak dan batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau dibagian tubuh lain muncul benjolan (tumor)
  5. Tahi lalat yang berubah sifatnya berubah menjadi besar dan gatal
  6. Darah atau lendir yang keluar dari tubuh secara abnormal
  7. Adanya borok atau koreng yang tidak sembuh-sembuh 

Sumber : Pinterest.com


Faktor Risiko yang dapat menjadi penybab terjadinya kanker yaitu :
  1. Diet tidak seimbang dan sedikit serat
  2. Kurang aktifitas fisik dan olahraga
  3. Merokok atau terkena paparan asap rokok (pasif)
  4. Paparan lingkungan berbahaya atau bahan berbahaya
  5. Minum alkohol
  6. Perilaku seksual yang berisiko
  7. Sering terpapar sinar Ultraviolet (UV)
  8. Hereditas/keturunan

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Kanker ?

Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup. kanker mampu dicegah dengan cara melakukan gaya hidup yang sehat dan menghindarkan diri dari faktor risiko. 43% kanker dapat dicegah dan dideteksi dini seperti kanker leher rahim dan kanker payudara.

Sumber : Student.unud.ac.id






Sumber Referensi :

Fakta Kanker
Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Apa itu Kolesterol ? Lemak Jahat ? Lemak Baik ?

Lemak adalah salah satu zat gizi yang disimpan didalam tubuh berasal dari makanan yang dimakan. Nutrisi ini menyumbang kurang lebih 60% dari total energi yang dibutuhkan tubuh saat istirahat maupun saat beraktivitas. 1 gram lemak mampu menghasilkan 9 kkal.

Sumber : duniafitnes.com

Apakah tubuh memerlukan lemak ? Jawabannya adalah YA, Sangat perlu karena:
  1. Lemak adalah cadangan energi yang disimpan didalam tubuh
  2. Lemak merupakan media untuk melarutkan vitamin A, D, E, K agar dapat diserap tubuh
  3. lemak mampu menekan rasa lapar dengan cara memperlambat kosongnya lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama
  4. Menambah cita rasa pada makanan dan menambah nafsu makan

Ternyata ada beberapa jenis lemak dan memiliki fungsi penting bagi kesehatan tubuh yaitu:

1. KOLESTEROL adalah alah satu jenis lemak yang terdapat di aliran darah atau sel-sel tubuh seseorang. Kolesterol ini sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku terbentuknya beberapa hormon. Kolesterol tidak mampu larut dalam darah sehingga perlu diikat oleh lipoprotein sebagai alat transportasinya. Kolesterol dibedakan menjadi 2 macam yaitu LDL dan HDL.
Sumber : penyakitkolesterol.org

2. LDL adalah singkatan dari Low Density Lipoprotein mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan HDL sehingga ia akan mengambang di darah. LDL sering kali disebut sebagai lemak yang "jahat" karena bisa mengakibatkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah,terutama pembuluh darah yg kecil yang menyuplai darah ke otak. LDL inilah yang maenyebabkan penyumbatan pembuluh darah ke otak.


3. HDL singkatan dari High Density Lipoprotein kerapkali disebut lemak yang "baik" karena dalam aktivitasnya ia mampu memberihkan/membawa kelebihan kolesterol di dinding-dinding pembuluh darah dengan cara mengangkutnya kembali ke hati. HDL mempunyai kandungan lemak kandungan lemak yang lebih sedikit.

Sumber : petunjuksehat.com

Bahan makanan yang mengandung LDL tinggi yaitu susu dan produknya (mayonaise, krim, dll), daging dan jeroan, makanan olahan (sosis, ham, kornet, nugget, dll), makanan komersial (kue tart, cookies, donat, dll), dan makanan ringan (keripik kentang, snack, dll)

Makanan yang mengandung HDL tinggi antara lain alpukat, minyak kelapa murni, ikan (salmon, makarel, tuna), dan kacang-kacangan (kacang merah, almond, kenari).

Sumber : lapordok.com

"Semakin tinggi HDL pada tubuh seseorang dan semakin rendah LDL akan memberikan efek yang baik bagi tubuh".





Sumber Referensi :
Buku Saku
Batasi Konsumsi Gula, Garam, Lemak Melalui Diet yang Sehat dan Seimbang
Untuk Terhindar dari Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan RI

TANDA DAN GEJALA KANKER TULANG

Kanker tulang adalah keganasan yang terjadi pada tulang. Jenis keganasan pada tulang secara garis besar terbagi menjadi 2 yaitu Kondrosarkoma dan Sarcoma Ewing. Kondrosarkoma adalah keganasan yang berasal dari tulang rawan. Sarcoma Ewing adalah jenis keganasan yang tumbuh dari tulang dan bisa juga tumbuh dari jaringan ikat sekitar tulang. Kejadian ini sering terjadi pada anak menjelang remaja (> 10 tahun).

Sumber : mediskus.com

Gejala dan tanda-tanda awal kanker tulang yaitu :

  1. Tulang terasa sakit/nyeri, seringkali terjadi ketika malam hari atau setelah melakukan aktifitas tertentu
  2. Terjadi pembengkakan, benjolan, kemerahan dan ketika diraba terasa hangat pada area tulang yang terasa nyeri
  3. Terjadi patah tulang setelah aktifitas rutin, bisa jadi meskipun tanpa trauma
  4. Gerakan yang terbatas pada bagian yang terkena kanker
  5. Sakit punggung/nyeri pada bagian punggung yang sifatnya menetap
  6. Gejala lain yaitu merasa demam, cepat merasa lelah, berat badan menururn, dan terlihat pucat
  7. Pada lokasi yang terkena kanker terjadi pembengkakan. Lingkar pembengkakan lebih besar dibanding area yang normal (harus mengukur lingkar area pembengkakan pada lokasi yang sama , misal : kaki kanan/kiri)
  8. Perhatikan apabila ada perbedaan lingkar pembengkakan bila disertai nyeri harus dicurigai Kanker Tulang
  9. Benjolan terasa lebih hangat, disertai peningkatan vaskularisasi di kulit, kadang diraba dapat terasa denyut nadi pada benjolan tersebut, penurunan sudut gerak (keleluasaan) sendi yang terkena
  10. Membesarnya kelenjar getah bening di area lokal
  11. Akan terjadi sesak nafas apabila sudah menyebar ke paru-paru

Sumber: pusatmedik.org

Tulang-tulang mana saja yang sering terkena kanker :
  • tulang kering (kaki) 19%
  • tulang paha 42 %
  • tulang pada lengan bagian atas 10%
  • tulang rahang bawah atau kepala 8%
  • tulang panggul (pinggang) 8%
Sumber : uraiansehat.com




Sumber Referensi :

Buku Saku
Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan RI

7 TIPS BERHENTI MEROKOK

Anda menyayangi orang-orang terdekat anda ? Anda ingin berhenti merokok ? Bagaimana cara untuk berhenti merokok ? tidak ada salahnya jika mengikuti beberapa tips dibawah ini.


1. MOTIVASI Bulatkan Tekad Anda untuk Berhenti Merokok

Niatkan dalam hati anda bahwa anda ingin melindungi keluarga (perokok pasif) dari resiko terkena kanker paru-paru, dll. Mulailah untuk menentukan alasan yang lebih jelas dan kuat. Anda bisa menentukan alasan sebagai motivasi anda. Misalnya : daripada dibuat beli rokok mending ditabung untuk beli rumah/mobil, mending ditabung buat menyekolahkan anak, dll.

Sumber :thayyiba.com

2. Berhenti Merokok Seketika (Total) atau Melakukan Pengurangan Jumlah Rokok Secara Bertahap

Anda harus mengurangi frekuensi merokok secara bertahap. Dengan begitu pikiran dan tubuh akan mulai terbiasa mengurangi kecanduan nikotin sedikit demi sedikit.

Sumber : indahjava.wordpress.com

3.Kenali Waktu, Tempat dan Situasi Dimana Anda Paling Sering Merokok

Seorang perokok memiliki waktu dan tempat kebiasaan dia merokok yang paling sering dilakukan. Misalnya: saat menunggu, sesudah makan, cangkrukan, nongkrong dengan teman-teman dan lain sebagainya. Coba alihkan kebiasaan merokok di tempat tersebut dengan aktifitas lainnya. Anda juga dapat mengganti kebiasaan merokok dengan mengunyah permen karet misalnya.


4. Menahan Keinginan Anda Untuk Merokok Dengan Menunda

Menahan diri adalah salah satu kunci dimana anda akan dapat mengendalikan diri dari keinginan merokok. Caranya cukup mudah yaitu setiap kali anda merasakan dorongan kuat untuk merokok, tundalah selama 5 menit sebelum anda menyalakan rokok tersebut.

Dihari berikutnya jika muncul dorongan untuk merokok tingkatkan penundaan menjadi 10 menit, tambahlah penundaan 5 menit setiap harinya. Dengan cara ini tubuh anda akan menyadari bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang secara perlahan.

Sumber : mausehat.com

5. Lakukan Olah Raga Secara Rutin Dan Teratur

Olahraga teratur seperti jogging dan jalan kaki akan membantu anda mendapatkan mood yang lebih baik, tubuh dan pikiran akan menjadi lebih segar. Aktifitas olahraga kan membuat anda terhindar dari stress, sehingga anda tidak perlu merokok lagi sebagai alasan untuk menghilangkan stress.

Sumber : Inovasee.com

6. Minta Dukungan Dari Orang Terdekat/Keluarga/Kerabat

Minta dukungan dari keluarga anda dengan cara meminta mereka untuk selalu menegur dan mengingatkan anda untuk tidak merokok. Dukungan teman dan kerabat dekat juga akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anda berhenti merokok. Dibutuhkan kerjasama yang baik dengan keluarga untuk mengingatkan dan menegur anda.

7. Konsultasikan Kepada Dokter

Cara yang satu ini perlu dicoba, sebaiknya lakukanlah konsultasi kepada dokter untuk membantu anda menghadapi ketergantungan pada nikotin.






Sumber Referensi :

Buku Saku Hidup Sehat Tanpa Rokok
Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

APA ITU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) ?

PTM adalah singkatan dari Penyakit Tidak Menular. PTM merupakan penyakit yang bukan disebabkan karena bakteri, kuman, ataupun virus. Namun PTM disebabkan oleh gaya hidup, pola makan, keturunan, dll. PTM merupakan penyakit yang bersifat kronis dan degeneratif.

Macam-macam penyakit PTM antara lain :
  1. Hipertensi atau Darah Tinggi
  2. Penyakit Jantung
  3. Stroke
  4. Diabetes Melitus (DM) atau Kencing Manis
  5. Kanker
  6. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  7. Kecelakaan dan kekerasan
  8. dll.

70% orang tidak pernah menyadari bahwa dirinya terkena PTM. Seringkali PTM justru diketahui saat sudah parah atau stadium lanjut.

Berikut gejala-gejala PTM :
  1. Gejala Obesitas
Orang dikatakan mengalami obes apabila Indeks Massa Tubuhnya (IMT) ≥ 25 kg/m2 dan mempunyai lingkar perut > 90 cm (laki-laki) atau >80 cm (perempuan) dengan tanda-tanda lain yaitu kalau tidur mengorok, nyeri pada pinggul dan sendi-sendi tulang.

Sumber : pptm.depkes.go.id

  1. Gejala Kencing Manis (DM)
Biasanya orang yang mengalami gejala kencing manis (DM) tandanya yaitu cepat lapar, sering mengalami haus, sering buang air kecil, berat badan berkurang drastis, sering merasa kesemutan di kaki, dan jika mempunyai luka sulit sembuh/kering.

Sumber : Medicalsecrets.com

  1. Gejala Jantung Koroner
Merasakan rasa yang tidak enak di dada sifatnya tumpul, dada rasanya seperti mendapat tekanan atau diperas, menjalar ke leher/lengan, biasanya disertai kesulitan bernafas, berdebar-debar jantungnya, berkeringat, mual dan muntah
 Sumber : sakitjantung.net

  1. Gejala Stroke
Merasa lemah, kesemutan atau lumpuh pada wajah/kaki/lengan terutama pada satu sisi tubuh, pandangan kabur pada satu/kedua mata, bicara tidak jelas, kehilangan keseimbangan tubuh atau koordinasi, sering mengalami sakit kepala hebat (digambarkan sebagai sakit kepala paling parah selama hidupnya).
Sumber : Mayoclinic.org 

  1. Gejala Asma
Sesak nafas, mengi, batuk dan rasanya berat terutama di dada. Seringkali menyerang saat malam hari atau dini hari terlebih ketika udara dingin. Biasanya kondisinya akan membaik sendiri dengan pengobatan ataupun tanpa pengobatan.

  1. Gejala PPOK
Pernah terpapar faktor risiko PPOK, disertai batuk yang kronis, berdahak, sesak nafas terus menerus seringkali pada saat melakukan aktivitas. Sering ditemukan pada orang yang berusia pertengahan atau tua.

  1. Gejala Osteoporosis
Kondisi dimana kepadatan tulang seseorang berkurang drastis, menipis, dan cenderung rapuh, mengalami keropos dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang yang terjadi secara kronis. Tulang dapat patah mendadak tanpa sesuatu penyebab yang jelas.

Cara agar terhindar dari PTM yaitu dengan hidup dan berperilaku C E R D I K
                                        
                                               C ek kesehatan secara berkala 
                                               E nyahkan asap rokok
                                               R ajin dan rutin olah raga
                                               D iet sehat rendah lemak dengan kalori seimbang
                                               I stirahat yang cukup
                                               K elola Stress / Pikiran



PENYAKIT ANEMIA B12 PADA IBU HAMIL


Ibu hamil adalah orang yang memerlukan perhatian khusus dalam hal pemenuhan kebutuhan akan gizi, termasuk juga kebutuhan akan vitamin B12 karena kadar Hb ibu hamil  yang diperlukan meningkat dibanding sebelumnya. Namun kebutuhan akan vitamin B12 dapat kurang terpenuhi oleh adanya konsumsi yang kurang akan makanan yang mengandung vitamin B12 misalnya karena ibu hamil tersebut adalah vegetarian padahal vitamin B12 banyak terkandung dalam protein hewani, kurang dalam konsumsi karbohidrat dan kelebihan konsumsi vitamin C, paparan bahan bakar, asap rokok, insektisida, zat kimia dan zat toksik. 
Namun tidak hanya faktor ekstrinsik saja yang dapat meneyebabkan  kekurangan vitamin B12 gangguan dalam proses penyerapan juga akan menjadi masalah misalnya oleh karena gangguan yang terjadi di lambung ataupun juga kurangnya asupan akan protein. Selain hal diatas penyakit juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B12 misalnya penyakit Crohn atau penyakit yang berhubungan dengan cacing dan bakteri pengganggu penyerapan vitamin. Dalam tahap presimtomatis ini belum ditemukan akan tanda kekurangan vitamin B12 karena dibutuhkan waktu hingga 2-4 tahun untuk munculnya gejala anemia vitamin B12. Sehingga apabila seorang yang kekurangan konsumsi vitamin B12 dapat segera dilakukan identifikasi dengan melalui metode dietetik baik melalui food balanced sheet atau metode lain sehingga apabila dilakukan pemeriksaan seperti itu dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin yang bisa dilakukan dengan promosi kesehatan, perbaikan konsumsi vitamin B12 dan juga menjaga sanitasi lingkunagn sekitar.
Apabila kekurangan konsumsi vitamin B12 berlangsung terus menerus minimal 2 tahun maka tubuh akan beradaptasi dan merespon kondisi tersebut dengan menggunakan sisa cadangan vitamin B12 yang masih  tersimpan dalam organ hati apabila masih ada untuk digunakan dalam produksi eritrosit, namun apabila jumlah cadangannya tidak mencukupi maka akan terjadi perubahan kimia dalam tubuh ibu hamil tersebut akan tetapi gejalanya belum tampak dari luar, sehingga dalam tahap ini peemeriksaan biokimia adalah hal yang paling tepat dalam melakukan pencegahan secara sekunder. Dalam pemeriksaan biokimia tersebut akan dihasilkan serum dibawah mikroskopnya megaloblas, Hipokrom, Anemia mikrositer, selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan kadar vitamin B12 dalam darah dan pemeriksaan kadar Hb, namun untuk menentukan sebab kekurangan B12 dapat dilakukan tes Scilling  dengan memberikan sejumlah kecil vitamin B12, radioaktif per oral untuk melihat daya ukur penyerapannya dan diberikan juga factor instrinsik dan vitamin B12 untuk melihat penyerapannya.

Apabila ibu hamil tersebut tidak melakukan pencegahan, maka proses kekurangan vitamin B12 akan berlansung terus menerus sampai ke tahap klinik, yang mana dalam keadaan ini sudah muncul adanya tanda yang tampak dari luar yaitu munculnya gejala 5L, gangguan saraf diujung mata dan jari, penurunan BB. Apabila gejala kekurangan sudah tampak maka akan dapat dilakukan pencegahan tersier untuk mencegah dampak yang lebih parah dapat dilakukan dengan pengobatan secara langsung melalui pemberian makanan yang banyak mengandung vitamin B12, pemberian vitamin B12 atau jika terjadi gangguan pada penyerapan vitamin B12 dapat dilakukan pemberian vitamin B12 melalui penyuntikan IM untuk mencegah komplikasi lebih lanjut karena kekurangan vitamin B12 pada ibu hamil tidak hanya berdampak pada ibu hamil tapi juga pada janin yang dikandungnya seperti gangguan pertumpuhan syaraf, asam nukleat dan lain-lain. Padahal fenomena yang ada dimasyarakat saat ini adalah mereka melakukan ceck up kesehatan apabila sudah muncul gejala dalam tubuhnya, padahal gejala tersebut muncul setelah adanya beberapa perubahan reaksi kimia dalam tubuh. Sehingga sering kali kekurangan vitamin B12 sudah berlangsung agak lama dan dampaknya pun juga sudah parah.
Namun apabila upaya pengobatan sebagai bentuk pencegahan tersier  tersebut berhasil maka dampak lanjut dari kekurangan vitamin B12 dapat sedikit dikurangi, namun alangkah lebih baiknya apabila seorag ibu hamil itu memenuhi kecukupan gizinya dengan baik dan menjaga sanitasi di lingkungan sekitar untuk mencegah terjadinya anemia Vitamin B12 tidah hanya pada saat hamil akan tetapi jauh-jauh hari sebelum seorang ibu memutuskan untuk hamil.



Sumber :
Jaelani. 2011. Karya ilmiah anemia karena kekurangan vitamin B12. http://kelompok16bgr.wordpress.com/anemia-karena-kekurangan-vitamin-b12/ (Diakses tanggal 10 Maret 2012 pukul 22.54 WIB)
Sitesin. 2011.Anemia pernisousa (akibat kekurangan vitamin B12) http://kesehatansaya.com/2011/09/19/anemia-pernisiosa-defisiensi-vitamin-b12/  (Diakses tanggal 10 Maret 2012 pukul 22.54 WIB)





Faktor Penyebab Diabetes Melitus (Pendekatan BLUM)

Faktor Penyebab Diabetes Melitus (Pendekatan BLUM)

A. Faktor Sosio Demografi
            Pada faktor sosio demografi ini terdapat dua aspek penting yaitu kondisi ekonomi dan pengetahuan seseorang mengenai penyakit diabetes mellitus. Hampir 60% orang yang menderita diabetes merupakan orang yang tergolong mampu. Orang yang tingkat ekonominya tinggi cenderung makan dengan makanan yang enak, mahal, dan sering mengandung banyak kolesterol. Pola makan orang yang mampu lebih cenderung mengikuti gaya hidunya yang mewah  Dengan kondisi ekonominya yang lebih dari cukup maka cenderung mampu membeli makanan apapun yang dia suka sehingga mengabaikan pengontrolan makan.
            Orang yang paham atau cukup pengetahuannya tentang diabetes mellitus maka akan lebih mampu memanage dirinya agar terhindar dari penyakit ini. Pemberian pengetahuan harus dilakukan pada orang-orang yang memiliki tingkat resiko tinggi seperti orang yang berusia 40 tahun dan orang yang memiliki orang tua yang mempunyai riwayat diabetes.